KATA PERTAMA

Ini bukan tentang merangkai kata. Ini adalah cerita tentang kata pertama yang langsung terpikirkan saat aku melihat sekitar. Catatan yang kembali terbuka saat siang tadi aku melihat kembali seluruh catatan selama 2011 yang ada di ponselku. Dan saat membaca yang satu ini, aku merasa bahwa ini sangatlah lucu! Tentang apa yang pernah terjadi di Jeddah, Mekkah, dan Madinah pada Juli dan Agustus tahun lalu.

Hari Pertama: Awan, angin, tuhan, terik sapi. Makan siang melihat gurun. Jeddah dan Sim City. Pukul 10.42, rombongan dari negara lain datang. Pukul 11.30, mengantuk.

Hari Kedua: Masjid Nabawi, di nasehatin sama orang Arab. Shalat di Raudah. Arsitektur.  Anak kecil, burung-burung, jalan-jalan di mal, lift, lampu hijau, tidur siang. Anak-anak yang nawarin kalung, pasar malam.

Hari ketiga: Tentang doa. Air zamzam. Pagi terindah. Kakek-kakek dan anak-anak. Toleransi. Pasar pagi. Panasnya lantai. Jahra dan Pizza.

Hari keempat: Melihat masjid terbuka. Anak-anak bawa air zamzam. Ke Mekkah. Ayah di Masjid. Masjid Bir Ali, masjidnya go green.

Tiba di Baitullah. Terpana. Kayak Hogwarts.

Hari kelima: Jalan-jalan beli sepatu. Terlambat shalat dzuhur, shalat dzuhur dibawah. Shalat ashar di luar di kasih kain sama orang. Shalat di mall. Toko-toko pada tutup. Shalat tarawih. Hafiz-hafiz. Sabar, toleransi, merapatkan barisan, saling menjaga. Orang-orang tetap tawaf.

Hari keenam: Ke gua Hira. Arafah. Tempat jodoh. Ke supermarket, coca-cola, cuaca mendung.

Hari ketujuh: Bulan sabit. Ibu-ibu ilang. Orang madura berantem. Orang cina naik motor. Coca-cola dan roti isi. Toilet penuh. Anak kecil cilukba. Anak kecil tidur. Main kursi roda, berdoa, ga tau lagi ngapain. Kipas angin berjejer. Pssst pssst pssst. Anak kecil dorong kursi roda. Anak kecil bete terus ketawa liat anak kecil lainnya. Anak kecil berkerundung membesarkan pipinya dan mengusap kening. Anak india yang udah capek nungguin keluarganya. Polisi gendut patroli di jalur khusus. Orang-orang antri untuk cukur rambut.

Hari terakhir: Shalat subuh, awan, burung-burung. Orang India ngasih buku. Beli oleh-oleh, laut merah. Bandara, pulang.

3 months ago · 12 notes

ARRIVED!

Setelah satu setengah jam perjalanan, akhirnya kita tiba juga di Changi. Dan sembari menunggu Ibu yang masih berada di toilet, mari kita ucapkan salam kepada penumpang-penumpang lainnya! :D

4 months ago · 7 notes

WAKTU KEBERANGKATAN

Apa yang terjadi jumat kemarin adalah cara paling aneh untuk tiba di Bandara yang pernah aku lakukan: pergi ke Bandara dengan menggunakan taksi dari kampus; ditengah perjalanan ibu menelpon dengan nada panik karena sebentar lagi seluruh penumpang sudah harus naik ke dalam pesawat; dikarenakan terjadi kemacetan yang cukup panjang antara terminal 1 dengan terminal 2, aku pun terpaksa turun dari taksi dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek demi tiba tepat pada waktunya; turun dari ojek langsung lari-larian menuju terminal 2D; ibu bilang masuk aja lewat terminal 2D, aku coba, dan ternyata ditolak, karena seharusnya emang masuk lewat terminal 2E, bukan 2D, akhirnya aku lari-larian lagi menuju terminal 2E, bener-bener udah kayak orang goblok. Dalam sekejap akhirnya aku telah sampai di pemeriksaan imigrasi dengan nafas ngos-ngosan, namun sayangnya saat itu lagu yang diputar di Bandara bukanlah lagu ‘We Are the Champions’ yang dibawakan oleh band rock legendaris asal Britania Raya, Queen.

Hal aneh lainnya kembali terjadi saat scanning terakhir di lakukan. Salah seorang petugas keamanan mengambil tas kameraku dan bertanya,

“Mas, di dalem tasnya ada obeng ya?”

Aku pun meresponnya dengan yakin,

“Hah? Ga ada kok.”

Kemudian aku pun membuka tas tersebut untuk membuktikannya,

“Ini cuma ada kamera sama peralatan pembersihnya aja.”

Satu persatu alat pembersih kemudian aku contohkan cara penggunaannya, namun tampaknya petugas tersebut masih curiga bahwa di dalam tas ku masih ada obengnya.

“Hmm, coba saya periksa lagi ya.”

Petugas keamanan tersebut kemudian membuka salah satu kantong yang ada di bagian depan, dan ternyata benar, di dalamnya terdapat obeng SEGEDE BAGONG yang ENTAH MILIKI SIAPAAA!!! Akhirnya aku pun hanya bisa pasrah,

“HAHAHAHA, sumpah mas saya juga ga tau itu punya siapa, yaudah ditinggal disini aja ya mas, gapapa kok.”

Obeng tersebut akhirnya disita. Dengan tampang heran akhirnya petugas keamanan tersebut membiarkanku pergi. Dalam perjalanan aku pun juga memikirkan dari mana obeng itu berasal. Sepertinya sih punya ayah. Namun terkait kapan dan siapa yang memasukan obeng tersebut ke dalam tas kamera ku, sampai saat ini pertanyaan tersebut belumlah terjawab.

Sesampainya di ruang tunggu para penumpang telah dipersilahkan untuk menaiki pesawat sedari tadi. Berarti ini adalah pertama kalinya bagiku untuk berada di Bandara tanpa sekalipun pernah merasakan yang namanya duduk. Yang ada malah turun dari taksi dan melanjutkan perjalanan dengan ojek, abis itu lari-larian, bediri sebentar, melakukan pemeriksaan imigrasi, dan sebelum naik ke pesawat pake adegan di stop segala sama petugas keamanan karena dicurigai membawa obeng yang disembunyikan di dalam tas kamera, yang teryata kecurigaan tersebut memang benar adanya.

Oke, tahun 2012 akan segera tiba. Selamat berlibur semuanya! :D

4 months ago · 9 notes

Wisata Air Panas Ciater. Satu hari sebelum Ujian Akhir Semester! :D

5 months ago · 1 note

PERTEMUAN

Orang yang berada di foto tersebut memang lucu. Kami berdua dipertemukan di Masjid Nabawi, kota Madinah. Pertemuan pertama terjadi dalam perjalanan ketika aku hendak melaksanakan shalat Magrib. Gadis kecil ini, yang entah datangnya darimana, tiba-tiba mengalungkan sebuah tasbih ke tanganku. Berjualan dengan cara memaksa? Mungkin bisa dibilang iya. Ia terus saja berkata ‘dua real dua real’ tanpa mau menerima kembali tasbih yang hendak aku kembalikan, sampai-sampai aku kehabisan akal ketika menghadapinya. Beruntung ia memiliki wajah yang manis dan kepolosan dari seorang anak kecil, sehingga aku malah merasa senang karena telah dipertemukan olehnya.

Pertemuan kedua terjadi keesokan harinya seusai shalat Ashar. Saat itu kakakku sedang membeli Pizza, sementara aku lebih memilih untuk menunggunya di luar. Waktu kosong yang ada kemudian aku pergunakan untuk memotret kehidupan masyarakat yang ada disekitar. Ketika aku sedang mengambil sebuah foto, tiba-tiba aku melihat gadis itu kembali di kejauhan, dan ternyata ia juga melihatku. Pada akhirnya kami berdua saling melempar senyum. Mungkin kami sama-sama heran mengapa sore itu kami bisa bertemu kembali. Ia kemudian menghampiriku. Kali ini tidak untuk mengalungkan tasbih, namun untuk menggangguku yang sedang memegang kamera. Ia sempat berkata ‘satu dua tiga’ ketika aku sedang mengarahkan kamera ke sebuah objek. Melihat tingkahnya yang lucu langsung saja aku berkeinginan untuk memotret dirinya. Saat itu ia sedang memakan kacang. Ia pun tersipu malu saat menyadari bahwa aku telah mengambil gambarnya. Dari situ barulah kami berkenalan. Aku menanyakan namanya. Dan ia menjawab Jahra.

Proses bertemunya satu manusia dengan manusia lainnya adalah hal yang sangat unik. Tak pernah bisa disangka kapan, dimana, bagaimana, apalagi dengan siapanya. Setelah kita melewati proses tersebut dan melihat kembali ke belakang, barulah kita akan menyadari bahwa hal tersebut terkadang sangat lucu. Beberapa dari pertemuan bisa saja merupakan takdir. Beberapa yang lain mungkin hanya sekedar kebetulan. Namun yang jelas tidak ada yang salah dari setiap pertemuan yang pernah tercipta.

8 months ago · 1 note