Orang yang berada di foto tersebut memang lucu. Kami berdua dipertemukan di Masjid Nabawi, kota Madinah. Pertemuan pertama terjadi dalam perjalanan ketika aku hendak melaksanakan shalat Magrib. Gadis kecil ini, yang entah datangnya darimana, tiba-tiba mengalungkan sebuah tasbih ke tanganku. Berjualan dengan cara memaksa? Mungkin bisa dibilang iya. Ia terus saja berkata ‘dua real dua real’ tanpa mau menerima kembali tasbih yang hendak aku kembalikan, sampai-sampai aku kehabisan akal ketika menghadapinya. Beruntung ia memiliki wajah yang manis dan kepolosan dari seorang anak kecil, sehingga aku malah merasa senang karena telah dipertemukan olehnya.

Pertemuan kedua terjadi keesokan harinya seusai shalat Ashar. Saat itu kakakku sedang membeli Pizza, sementara aku lebih memilih untuk menunggunya di luar. Waktu kosong yang ada kemudian aku pergunakan untuk memotret kehidupan masyarakat yang ada disekitar. Ketika aku sedang mengambil sebuah foto, tiba-tiba aku melihat gadis itu kembali di kejauhan, dan ternyata ia juga melihatku. Pada akhirnya kami berdua saling melempar senyum. Mungkin kami sama-sama heran mengapa sore itu kami bisa bertemu kembali. Ia kemudian menghampiriku. Kali ini tidak untuk mengalungkan tasbih, namun untuk menggangguku yang sedang memegang kamera. Ia sempat berkata ‘satu dua tiga’ ketika aku sedang mengarahkan kamera ke sebuah objek. Melihat tingkahnya yang lucu langsung saja aku berkeinginan untuk memotret dirinya. Saat itu ia sedang memakan kacang. Ia pun tersipu malu saat menyadari bahwa aku telah mengambil gambarnya. Dari situ barulah kami berkenalan. Aku menanyakan namanya. Dan ia menjawab Jahra.

Proses bertemunya satu manusia dengan manusia lainnya adalah hal yang sangat unik. Tak pernah bisa disangka kapan, dimana, bagaimana, apalagi dengan siapanya. Setelah kita melewati proses tersebut dan melihat kembali ke belakang, barulah kita akan menyadari bahwa hal tersebut terkadang sangat lucu. Beberapa dari pertemuan bisa saja merupakan takdir. Beberapa yang lain mungkin hanya sekedar kebetulan. Namun yang jelas tidak ada yang salah dari setiap pertemuan yang pernah tercipta.

  1. arditama posted this

Hit Counters