Apa yang terjadi jumat kemarin adalah cara paling aneh untuk tiba di Bandara yang pernah aku lakukan: pergi ke Bandara dengan menggunakan taksi dari kampus; ditengah perjalanan ibu menelpon dengan nada panik karena sebentar lagi seluruh penumpang sudah harus naik ke dalam pesawat; dikarenakan terjadi kemacetan yang cukup panjang antara terminal 1 dengan terminal 2, aku pun terpaksa turun dari taksi dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek demi tiba tepat pada waktunya; turun dari ojek langsung lari-larian menuju terminal 2D; ibu bilang masuk aja lewat terminal 2D, aku coba, dan ternyata ditolak, karena seharusnya emang masuk lewat terminal 2E, bukan 2D, akhirnya aku lari-larian lagi menuju terminal 2E, bener-bener udah kayak orang goblok. Dalam sekejap akhirnya aku telah sampai di pemeriksaan imigrasi dengan nafas ngos-ngosan, namun sayangnya saat itu lagu yang diputar di Bandara bukanlah lagu ‘We Are the Champions’ yang dibawakan oleh band rock legendaris asal Britania Raya, Queen.

Hal aneh lainnya kembali terjadi saat scanning terakhir di lakukan. Salah seorang petugas keamanan mengambil tas kameraku dan bertanya,

“Mas, di dalem tasnya ada obeng ya?”

Aku pun meresponnya dengan yakin,

“Hah? Ga ada kok.”

Kemudian aku pun membuka tas tersebut untuk membuktikannya,

“Ini cuma ada kamera sama peralatan pembersihnya aja.”

Satu persatu alat pembersih kemudian aku contohkan cara penggunaannya, namun tampaknya petugas tersebut masih curiga bahwa di dalam tas ku masih ada obengnya.

“Hmm, coba saya periksa lagi ya.”

Petugas keamanan tersebut kemudian membuka salah satu kantong yang ada di bagian depan, dan ternyata benar, di dalamnya terdapat obeng SEGEDE BAGONG yang ENTAH MILIKI SIAPAAA!!! Akhirnya aku pun hanya bisa pasrah,

“HAHAHAHA, sumpah mas saya juga ga tau itu punya siapa, yaudah ditinggal disini aja ya mas, gapapa kok.”

Obeng tersebut akhirnya disita. Dengan tampang heran akhirnya petugas keamanan tersebut membiarkanku pergi. Dalam perjalanan aku pun juga memikirkan dari mana obeng itu berasal. Sepertinya sih punya ayah. Namun terkait kapan dan siapa yang memasukan obeng tersebut ke dalam tas kamera ku, sampai saat ini pertanyaan tersebut belumlah terjawab.

Sesampainya di ruang tunggu para penumpang telah dipersilahkan untuk menaiki pesawat sedari tadi. Berarti ini adalah pertama kalinya bagiku untuk berada di Bandara tanpa sekalipun pernah merasakan yang namanya duduk. Yang ada malah turun dari taksi dan melanjutkan perjalanan dengan ojek, abis itu lari-larian, bediri sebentar, melakukan pemeriksaan imigrasi, dan sebelum naik ke pesawat pake adegan di stop segala sama petugas keamanan karena dicurigai membawa obeng yang disembunyikan di dalam tas kamera, yang teryata kecurigaan tersebut memang benar adanya.

Oke, tahun 2012 akan segera tiba. Selamat berlibur semuanya! :D

  1. arditama posted this

Hit Counters